Fungsi manajemen memori diantaranya mengelola informasi baik yang dipakai maupun tidak dipakai, mengalokasi memori, mengelola swapping atau pagging antara memori utama dan disk.
1. free
Melihat pemakaian memori, swap, buffer/cache. Selain bisa melihat informasi pemakaian, Kita juga bisa melihat sisa "space" memori dan swap.2. cat /proc/meminfo
Melihat informasi penggunaan memori dan swap.3. cat /proc/sys/vm/swappiness
Berfungsi Melihat nilai swappiness. Sementara swappiness berfungsi untuk mengontrol kecenderungan kernel untuk memindahkan proses ke swap. Nilai swap berkisar antara 0-100. Jika nilai swapnya 100, maka kernel akan melakukan swapping secara agresif. Nilai swap default biasanya 60.sudo sysctl vm.swappiness=67
Perintah di atas berfungsi untuk merubah nilai swappiness sesuai keinginan Anda, contoh di atas adalah merubah nilai swappiness menjadi 67. Ketika komputer di restart(reboot), maka nilai swappiness-nya kembali seperti semula atau 60.
4. fdisk
Untuk memanajemen partisi/disk.fdisk -d : untuk menghapus partisi
fdisk -l : untuk melihat daftar partisi yang dikenali
fdisk -n : membuat partisi baru
fdisk -v : verifikasi partisi
sudo fdisk -l
5. sudo mount /dev/sdd1 /media/
Yaitu untuk melihat isi flashdisk (verifikasi drive).6. umount /media/
Untuk mencabut flashdisk (memberikan izin pelepasan drive dengan aman).7. lsusb
Perintah yang berfungsi untuk melihat perangkat input/output.8. eject /dev/sr0
Untuk meng-eject CD/DVD-ROM yang ada di komputer/laptop. Karena di laptop Saya tidak memiliki CD/DVD-ROM, maka akan muncul peringatan "unable to find or open device for".Demikian berbagai perintah-perintah manajemen memori di linux. Sering-seringlah berlatih dan mengulang-ulang perintah di atas agar tidak lupa suatu saat ketika ingin menuliskannya lagi. Terima kasih sudah berkunjung di blog sederhana ini, jika ada pertanyaan silahkan berkomentar di bawah. Salam ajarin!
bye~bye...













No comments:
Post a Comment